48. H-H Ulangan Sekolah © nalaesarlieen

03.50, alarm Adel berbunyi. Ya sepagi itu ia akan terbangun, sholat terlebih dahulu dan menyiapkan semua perlengkapan yang akan di pakai hari ini. Walaupun masih terkantuk-kantuk, Adel tetap melakukan apa yang harus ia lakukan saat itu.

Menuruni tangga dengan mata terbuka lebar akibat air yang dia gunakan saat wudhu tadi sangat dingin. Ia melihat Mamah nya yang sudah menyiapkan roti untuknya.

“Mah, ga kepagian makan ini?” Tanya Adel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ga, dulu omma sama opu selalu jam segini makan nya,” Jelas Mamahnya kemudian membersihkan segala yang kotor di ruang dapur maupun meja makan.

“Oh iya, hari ini kan? Bisa, anak Mamah pasti bisa. Tunjukin ke dunia kalau Adel Asharka bisa,” Katanya memegang pundak Adel lalu memeluk sambil menepuk-nepuk punggung dan mengelus-elus rambut pendek milik Adel.

“Doain Adel ya, Mah. Doain Adel biar hasilnya nanti bagus, doain Adel biar bisa bahagiain mamah,” Ucap Adel dalam pelukan Mamahnya.

*“Iya, doa Mamah selalu sama adek dan kakak. Doa Mamah menyertai kalian berdua,”

“Mah, abang kapan pulang?” Tanya Adel yang kemudian pelan pelan melepaskan pelukan mamahnya.

“Masih lama, Dek. Nanti Mamah tanyain ya. Makan dulu rotinya, kalau dingin ga enak. Habis itu mandi ya,”

“Okee,” Kata Adel ambil mengacungkan jari jempol kepada Mamahnya.

“Mah, adek pergi ya bareng Zizi kok,” Teriak Adel dari luar sambil berjinjit melihat ke dalam rumah.

“Kenapa ga sama mamah sih? Mamah juga udah siap nih,” Jawab Mamah Adel sambil mencari kunci mobil di tasnya.

“Gapapa, lagi pengen sama Zizi,”

“Hati hati ya, Nak. Jangan lupa nanti berdoa dulu,” Kata Mamah Adel sambil mengarahkan matanya ke wajah Adel. Jawaban Adel pun hanya mengacungkan jempol nya lalu berlari ke tempat Zizi berdiri.

Setelah US selesai, Adel hanya diam meratapi bagaimana nanti hasilnya. Otak nya sudah bertarung dengan pikiran pikiran anehnya.

Sesampainya di rumah, ia langsung membuka buku paket IPA nya sambil melihat melihat jawabannya tadi. Sesudah membuka buku paket, ia tidak menyangka bahwa sama sekali tidak ada kesalahan dari jawabannya saat disekolah. Tapi ia masih ragu apa ini benar atau ada beberapa yang salah.