56

— Setelah Jeson memberi tahu Ekal, Rendi, dan Jaelani, ia langsung pergi menuju rumah Ekal menggunakan motor ayah nya. Di dalam perjalanan pikiran Jeson sudah bercampur aduk dengan firasat firasat aneh dalam dirinya.

“Woy anjing laju bener,” Teriak Ekal ketika Jeson memberhentikan motor di depan nya.

“Cepet naik, gosah cangcingcong.” Suruh Jeson pada Ekal dengan mata yang masih terfokus ke depan. Di perjalanan, Jeson sama sekali tidak mengeluarkan suaranya. Dengan inisiatif otaknya, Ekal membuka pembicaraan.

“Son, lu ngapa gini dah?” Tanya Ekal dengan kepala yang di miringkan agar pertanyaannya di dengar oleh Jeson.

“Diem aja udah. Mending lu telpon dua anak itu deh,” Suruh Jeson pada Ekal.

“Anjing kau nak. Males lah, nanti aja,”

“Cepet.” Jawab Jeson dengan suara keras sehingga di dengar oleh beberapa orang. Seketika itu juga Ekal langsung menelpon Rendi, ternyata disekolah pun sudah tidak ada orang. Siswa-siswi pulang ulangan sekolah pada jam 12 siang. Mendengar itu, Jeson langsung melajukan motornya, sampai hampir membuat si penumpang jatuh kebelakang.

Ketika motor Jeson sudah berhenti di depan rumah Adel, ia langsung jalan terbirit-birit untuk masuk ke dalam.

“Pelan pelan woy!” Teriak Ekal dari belakang. Jeson mengetuk-ngetuk pintu rumah Adel, tapi sama sekali tidak ada jawaban. Ia dorong sedikit pintunya, ternyata tidak terkunci. Masuk dan langsung mencari ke segala ruangan.

“Lu cari di bawah, gue ke atas.” Perintah Jeson kepada Ekal, kemudian ia berlari menuju ruang atas. Ekal yang melihat wajah Jeson, merasa ada yang tidak beres dengannya.

Di pintu terakhir, Jeson langsung menutup matanya dan kemudian mengusap seluruh wajahnya yang penuh dengan keringat.

“Atur nafas lu, kalau udah teratur baru kita pulang.” Kata Ekal yang sedari tadi melihat Jeson dari tangga. Jeson yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya. Sebelum Jeson menutup pintu itu, Adel pun berkata dengan suara khas orang baru bangun tidur.

“Ngapain?” Kata Adel dengan posisi tidur membelakangi Jeson di pintu.

“Ga, gapapa. Gue pulang.” Jawab Jeson yang kemudian menutup mintu kamar itu.

“Ga pernah gue ngeliat lu kayak gini. Kenapa?” Tanya Ekal sambil meletakkan tangannya di pundak Jeson.

“Ga, ayo dah pulang. Eh anak anak udah lu suruh pulang kan?”

“Tadi udah gue kasih tau” Jawab Ekal yang kemudian memakai helm nya. Di dalam perjalanan, Ekal selalu menanyakan hal yang sama, tapi tetap saja Jeson tidak ingin menjawab apa pun dari pertanyaan Ekal. Gengsi.