Aaron Mahardika

— Tempat kedua yang Adel datangi adalah Moja Museum 2.0 Feelings. Karena konsepnya yang colourful, jadi Adel semakin tertarik untuk datang kesana.

Saat ia sedang melihat-lihat karya yang ada disana, pundaknya tiba tiba di pegang oleh lelaki.

“Ini Adel kan? Adel Asharka, pelukis muda yang bakal launch galery kan?” Tanya lelaki itu dengan antusias.

“Iya saya Adel Asharka, ini siapa ya?” Jawabnya dengan wajah penuh tanda tanya. Ini siapa?

“Ayo inget dulu gue siapa? Waktu itu sempat meeting loh.” Kata nya sambil membantu Adel untuk mengingat.

“OHHH KAA AARON MAHARDIKA KAN? YANG JADI PARTNER AKU.”

“Nah inget juga.” Jawab lelaki itu diikuti jentikan di jarinya.

Aaron Mahardika adalah Pelukis muda juga seperti Adel. Usianya hanya berbeda satu tahun. Dia juga menjadi partner untuk galery Adel.

“Maaf kak, jujur muka nya masih asing di mataku.” Kata Adel sambil membungkukkan tubuhnya beberapa kali.

“Gapapa santai aja kali. Ini kamu nyari referensi juga?” Ucap Aaron mengikuti Adel dari belakang.

“Iya nih bingung banget mau konsep apa.”

“Nyatuin konsep yuk?” Ajak Aaron.

Belum Adel menjawab, ia langsung menarik tangan Adel untuk mencari tempat duduk. Aaron langsung menjelaskan konsep yang ia mau seperti apa, dan begitupun sebaliknya. Mereka sudah menentukan konsep apa yang mereka akan buat dan akan di diskusikan dengan semua orang yang bersangkutan dengan galery yang akan datang.

“Minta nomor lo, biar bisa lanjut di chat” Ucap Aaron sambil memberikan handphone nya pada Adel.

“Gue anter lo ya?” Awalnya Adel menolak tawaran dari Aaron, tapi dia urungkan niatnya karena uang nya tidak cukup untuk memesan Gojek.