Apel Sekolah

— Zizi berlarian menuju mobil Adel dengan sepatu kanan di tangan nya. “Lambat euy, makanya di siapin dari tadi malam,” Celetuk Ninda.

“Tadi malam tuh udah siap, rapih banget di kamar. Tadi subuh gue keluarin tuh sepatu gue di luar, eh di gondol ayam.” Adel yang mendengar itu hanya tertawa kecil, kemudian menyuruh bunda nya untuk ke NEO VIEAL.

“Jangan buat ulah ya dek, hari pertama nih. Oh iya, Ninda sama Zizi liatin Adel ya. Siapa tau berulah,”

“Apaan sih, bun.” “Siap tantee, kalau dia berulah, kita jitak kok.” Jawab Zizi sambil memberikan jari jempol nya.

“Yaudah bunda pergi ya?” Adel hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu mereka bertiga mulai memasuki wilayah sekolah NEO VIEAL. Banyak sekali sepasang mata yang melihat mereka.

“Ini kenapa banyak yang ngeliatin sih?” “Yeu elu malah nanya. Siapa sih yang gatau lu? Pelukis termuda di kota ini. Nih juga Ninda penulis, gue pemenang olimpiade. Artis nih kita fiks.” Adel dan Ninda terasa malu melihat tingkah laku Zizi.

Seluruh siswa NEO VIEAL berkumpul di tengah lapangan untuk melaksanakan apel. Terlihat kepsek yang sudah berdiri tinggi di depan tiang bendera yang kemudian membuka hari pertama sekolah.

“Saya ucapkan selamat kepada semua siswa baru yang telah masuk dalam keluarga NEO VIEAL. Semoga kalian nyaman dengan rumah kedua kalian disini. Baik saya alihkan kepada mc kita.” Ucap Bapak Hartono.

Adel telah melihat wajah yang ada di depan saat itu, Jeson. Tidak sendiri, Jeson ditemani oleh seorang perempuan yang Adel sudah ketahui namanya.

“Ya, pertama pertama izinkan saya dan rekan saya mengambil alih agenda pada hari ini. Perkenalan nama saya Jeson Brikal dan rekan saya Aurora Visqa.”

“Del, itu bukan nya kakak yang marahin lu pas mpls?” Tanya Ninda.

“Iya itu yang cewek.” Pada waktu mpls, ada hari dimana Adel ditegur oleh wanita itu, Aurora. Sebenarnya memang salah Adel, karena terlambat. Tidak ingin mengambil pusing, ia hanya diam saat ditegur an menerima hukuman.

“Hal yang pertama kita akan lakukan adalah Pemanggilan siswa baru dengan nilai tertinggi. Siapa kah mereka?” Kata Aurora dengan semangat.

**“Nilai tertinggi urutan kelima ada Olah Friska, Urutan keempat ada Bagaskara Jasko, Urutan ketiga ada Adel Asharka, Urutan kedua ada Ninda Andini, dan urutan pertama ada Nadzhira Tsabiitah Syahmi. Berikan tepuk tangan kepada 5 siswa ini.” Ucap Jeson.

Mereka dengan bangganya maju lalu memperlihatkan wajah mereka ke semua siswa NEO VIEAL. Mereka diberikan kesempatan untuk berbicara, Adel memilih untuk mengambil urutan terakhir dalam kesempatan berbicara.

“Silahkan untuk Adel Asharka.” Kata Jeson

“Assalamu'alaikum semuanya, saya Adel Asharka. Mungkin dari beberapa kalian, kakak-kakak dan guru guru sudah tau nama saya. Dulu saya jauh dari kata pintar, ya sebenarnya juga sekarang belum pintar. 6 bulan lalu, saya selalu melukis. Ga ingat waktu belajar. Lalu bunda saya bilang gini, ‘Belajar biar masuk neo vieal,’ dan akhirnya saya belajar. Saya masuk disini bukan karna orang dalam, melainkan dengan usaha saya sendiri. Tapi di balik usaha saya, ada seseorang yang sudah membantu saya dalam hal belajar. Ya walaupun orang nya ngeselin tapi gapapa, saya tetap berterimakasih kepada nya karna sudah mau membantu saya. Orang itu, kak Jeson. Yang sekarang jadi mc hari ini. Ya mungkin itu saja dari saya, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Kata Adel sambil tersenyum lebar yang membuat matanya menyipit. Jeson mendengar itu hanya tersenyum tipis.

“Terimakasih kembali Adel. Selamat kepada seluruh siswa baru, dan sekarang saatnya mencari kelas kalian. Jangan sampai salah kelas ya. Saya Jeson dan rekan saya Aurora pamit undur diri. Siapa kita?”

“NEO NEO NEO VIEAL!!” Ucap seluruh murid NEO VIEAL dengan penuh semangat.