Baru Mulai
— ting tong ~
Bel rumah milik Adel berbunyi setelah melewati waktu magrib. Terlihat seorang laki laki dengan rambut yang masih sedikit basah bersama motor hitam merah nya yang jarang ia gunakan. Iya, dia Jeson.
Terlihat juga Adel yang menggendong Kafa karna masih sedikit tertidur.
“Maunya kalau gini bangunin aja dianya.” Kata Jeson sambil pelan pelan mengambil Kafa dari Adel. Kemudian ia memegang pipi Kafa sebagai cara untuk membangunkannya. Dua menit kemudian, akhirnya mata Kafa terbuka dan langsung memeluk leher Jeson.
“Makasi ya, oh iya lagi ada tamu?” Tanya Jeson kepada Adel.
“Oh enggak kok.” Jawabnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak sama sekali gatal.
“Lah itu motor siapa?” Jeson menunjuk sebuah motor Yamaha NMAX yang penuh dengan warna hitam. Belum sempat Adel menjawab, Bang Ahad tiba-tiba keluar.
“Oh itu motor gue.” Ucap Bang Ahad dengan rokok Marlboro ditangan kanan nya. Jeson yang mendengar itu kemudian melihat Adel dengan wajahnya yang penuh tanda tanya.
“Abangnya Adel, bukan crushnya apa lagi pacarnya.” Seakan-akan membaca pikiran Jeson. Adel yang sempat mendengar itu pun, menyikut perut Bang Ahad dan kemudian menyuruh nya masuk ke dalam rumah.
“Yaudah kalau gitu gue balik ya?” Kata Jeson, sebelum ia meninggal teras rumah, terlebih dahulu Adel memanggil Jeson.
“Kenapa?” Ucap Jeson sambil membalikkan badannya untuk menghadap Adel.
“Eeee malam tahun baru lu free ga? Misalkan lu free ayo tahun baruan bareng. Ga cuma berdua ada temen gue sama temen temen lu juga. Kalau lu mau, chat aja ya. Gue masuk duluan dadah.” Ucapan Adel terlontarkan dengan cepat lalu ia masuk kedalam rumahnya.
Dibalik pintu rumah yang berwarna putih itu, ada perempuan yang merasakan malu dan pipi merah di wajahnya. Selain itu, ada juga laki laki yang sedari tadi tertawa kecil melihat tingkah perempuan yang berada di depannya tadi.
Tak lama kemudian Jeson meletakkan Kafa di kursi khusus untuk kafa yang berada di motor, lalu melajukan motor itu menuju rumahnya. Dan perempuan itu pergi dari belakang pintu. Abangnya selalu menjahilinya karena hal yang terjadi tadi di teras.
Keduanya mulai merasakan hal yang sama, baru mulai.