Berhasilkan?

— Lagu itu sudah berakhir, namun ada sesuatu yang membuat orang terdiam. “Ya happy new year buat kita semua, semoga tahun ini makin happy yaa. Oh iya ada sesuatu nih, tadi siang sempat datang kesini buat ketemu gua.” Kata Duta lalu mengeluarkan sepucuk kertas coklat seperti kertas lama.

“Dia ada ngasih kertas gitu, isinya tentang cintanya. Dia bisa kalau dia ga berani confess sama crush nya, jadi dia minta gua buat jadi perantara dia sama crushnya. Jujur cowo ini agak cupu karna ga berani nyatain langsung.” Saat Duta mengatakan itu, Jeson mulai menundukkan wajahnya karena malu.

“Cewe ini kayaknya bakal jadi cewe beruntung sih. Dalam suratnya gini,”

‘Halo buat perempuan kedua yang membuat hati saya tenang saat melihat wajah mu saat tertidur setelah ibuku. Halo buat perempuan pendek yang memiliki kebiasaan memakai celana pendek-’

Saat mendengar kalimat kedua itu, Adel seketika melihat Jeson. Jeson hanya bisa menyuruh Adel untuk lanjut mendengar yang dikatakan oleh Duta.

‘Halo buat perempuan yang takut gagal dalam hal matematika. Dan halo buat perempuan yang saya sukai dan cintai. Saya bukan laki laki romantis seperti laki laki lain, saya cuma bisa melakukan hal ini. Berikan saya jawaban saat kamu telah tiba di pulau kapuk milik mu. I love you to the moon and back, Adel Asharka.’

“AAAAAA COCIWIT BANGET COWOKNYA. Buat mba nya jangan lupa jawab yaa.” Ucap Duta sambil menepuk tangannya di ikuti oleh penonton-penonton lainnya. Jeson dengan lembutnya menarik tangan Adel untuk kembali ketempat duduk yang mereka tadi duduki. Dan mereka mendengarkan Ungu dan Andien yang sedang menyanyikan lagu Saat Bahagia.

“Mau balik ke cara gue ngomong pas pertama kali ketemu sama lu.” Kata Jeson sambil menghadap ke Adel. Dan Adel hanya menganggukkan kepalanya sambil sedikit tersenyum.

“Saya biarkan kamu untuk berfikir, saya biarkan kamu berfikir berhari hari. Saya tau kamu juga suka sama saya, walaupun belum sepenuhnya suka. Itu saya tau, Saya memberimu waktu untuk berfikir.” Setelah Jeson mengatakan itu ia langsung kembali ke posisi semula dan mengubah kembali ucapannya. Tanpa Adel sadari, sejak tadi pipinya mulai memerah kembali.

Teman temannya memberitahu bahwa mereka semua sudah pulang, dan alhasil menyisakan Jeson dan Adel saja. Mau tidak mau, mereka pun memilih untuk pulang. Saat Adel ingin mengembalikan baju flanel milik Jeson, namun Jeson berkata, “Pake aja, soalnya dingin. Udah tengah malam juga.”

Saat Jeson berada di depan Adel, Adel diam diam mengamati pundak Jeson yang bisa dibilang lumayan lebar. Dan melihat tangan Jeson, tiba tiba ia mulai menggenggam tangan Jeson. Hanya bisa kaget dan tersenyum yang mengandung salah tingkah.

“Gue berhasilkan?”