Gerobak es teh
— Senin, 20 Desember 2021, 12.30 WIB
Zizi, Ninda, dan Adel berjalan menuju luar pagar sekolah untuk membeli es teh gerobakan. Tidak disangka Jeson ada di dekat gerobakan es tersebut bersama teman teman nya.
“Mau beli es?” Tanya Jeson kepada Adel.
“Ya mau beli apa lagi coba.” Jawab Adel, tidak lama kemudian Ekal memberikan kode kepada Jaelani untuk memulai aksinya. Tangan Zizi di tarik oleh Jaelani ke parkiran motor. Tidak butuh waktu lama, mereka pun kembali.
“Zi lo di apain anjir?” , “Gapapa.” Jawab Zizi sambil sedikit tersenyum. Begitupun Jaelani.
“Gue traktir lo pada, terserah deh mau beli berapa,” Ucap Jaelani sambil berteriak. Jeson melihat Jaelani sambil menunjukkan tanda tanya di wajahnya. Jaelani hanya menjawab sambil mengangkat jari jempolnya diikuti senyumannya. Adel sejak tadi tidak mengerti apa yang terjadi.
“Ren, lu kapan? Gue udah nih,” Ucap Jaelani sambil menggandeng tangan Zizi.
“Gue mah udah. Lebih dulu gue dari pada lu,” Balasnya sambil memegang kantong es di tangannya.
“Hah sama siapa?” Tanya Ekal dengan mata melihat lihat sekitar.
“Tuh tuh.” Katanya sambil menunjuk Ninda dengan dagunya. Adel hanya bisa menutup mulutnya dengan perasaan kaget.
“Nah, lu kapan?” Tanya Ekal sambil menyenggol lengan panjang Jeson.
“Soon”