Kenapa Adel? Kenapa?

— ting tong ~

Itu bunyi pertama dari bel itu hari ini yang membuat pertanda bahwa ada seseorang yang sedang menunggu di depan pintu tersebut.

Menampakkan laki laki dengan setelan celana hitam, baju hitam, baju luaran yaitu baju flanel berwarna hitam putih, dan sepatu Ventela yang sangat pas pada kakinya. Tak lama kemudian seseorang membukakan dirinya pintu, Bang Ahad.

“Bang, Adel sudah siap?” Tanya Jeson yang sedikit membungkukkan tubuhnya sebagai tanda menghormati yang lebih tua. Bang Ahad tidak menjawab, malah membukakan jalan menuju ruang tamu.

Keduanya duduk disofa putih gading yang didepannya ada meja kaca terdapat rokok dan kopi. “Mau?” Tanya Bang Ahad kepada Jeson sambil menyodorkan seputung rokok. Dengan sopan Jeson menolak tawaran tersebut dengan cara berkata ‘iya’ namun tidak mengambil rokok itu.

“Kenapa Adel? Kenapa?” Ucap Bang Ahad lalu mengisap nya lalu dikeluarkan. Jeson baru ingin menjawab, namun Adel sudah tiba didepan mereka. “Ga usah dijawab sekarang. Kapan kapan aja.” Kata Bang Ahad yang kemudian berdiri, begitupun Jeson.

Keduanya saling berpamitan dengan Bang Ahad. “Nanti kasih tau bunda ya, bang?” Ucap Adel sambil memakai helm yang diberikan oleh Jeson. Bang Ahad hanya menganggukkan kepalanya.

2 menit berlalu, teman teman Adel dan teman teman Jeson pun tiba dirumah Adel. Mereka langsung melanjukan motor menujut EXPO yang tepatnya berada di PKT (Pupuk KalTim).