Kita

— Lampu merah pun hidup. Keempat motor itu otomatis berhenti. Adel sedikit kedinginan karena bajunya yang lumayan tipis. “Dingin?” Ucap Jeson sambil mencoba untuk menghadap kebelakang. “Iya sedikit, tapi gapapa.” Jawab Adel menyakinkan Jeson bahwa tidak apa apa.

Parkiran saat itu sangat padat dan susah untuk mencari. Untung saja ada polisi yang mengatur parkiran disana. Mereka mulai memasuki gapura selamat datang. Ketiga perempuan itu menuju satu tempat yang lumayan rame, yaitu bear house yang tepat di samping panggung. Mereka membeli bear house dengan waktu yang lama dan harga yang sedikit menguras dompet pelajar.

Milik Adel selesai terlebih dahulu dan mulai mencari tempat duduk untuk meminumnya. Yang dilakukan oleh Jeson adalah menarik tangan Adel menuju tempat duduk yang kosong. “Kebiasaan banget pake celana pendek. Udah sering dibilangin juga.” Ucap Jeson lalu melepaskan baju flanelnya untuk menutupi kaki pendek Adel.

“Lo suka Sheila On 7?” Tanya Adel ketika selesai menyeruput es nya dan matanya menuju ke panggung untuk melihat mc.

“Suka kok.” Ucap Jeson, namun mata Jeson menuju teman temannya sambil memberikan kode untuk mulai menjauh dan membiarkan dirinya dengan Adel disini.

“Suka lagu apa?” , “Kita” Jawab Jeson dengan pedenya. Adel hanya membentuk mulutnya menjadi huruf O. Tidak lama kemudian MC yang berada di panggung memanggil Sheila On 7 untuk naik ke atas panggung. Seluruh orang langsung menuju panggung dan salah satunya Adel. Jeson sampai pusing mencari posisi Adel. Dan akhirnya ia menemukan posisi Adel. Tepat didepan Duta

“Mari kita sambut tahun baru dengan lagu Kita!!!” Kata MC itu menggunakan mic yang membuat seluruh penonton berteriak dan bertepuk tangan dengan waktu yang bersamaan.

“LAGU LO, LAGU KESUKAAN LO NIH!!” Teriak Adel kepada Jeson yang berada disampingnya, Jeson hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum melihat Adel yang fokus pada Duta. Saat musik mulai, Adel memberikan isyarat kepada Jeson untuk ikut bernyanyi juga.

“Tu wa ga pat.” Kata Duta dengan semangat.

“Di saat kita bersama, di waktu kita tertawa, menangis, merenung oleh cinta ~” Jeson dan Adel bernyanyi saling menatap satu sama lain kemudian tersenyum.

“Dan kau bisikkan kata cinta, kau t'lah percikkan rasa sayang, pastikan kita seirama, walau terikat rasa hina ~” Saat part ini, Jeson mulai berteriak keras sambil melihat Adel yang sibuk mendokumentasi saat duta bernyanyi.