Salah Lihat

— Ting tong ~

Suara bel rumah Adel pun berbunyi, tandanya Jeson benar benar kesini untuk les. Dengan rasa malasnya, Adel pun membukakan pintu.

“Lama.” Katanya Jeson yang langsung masuk. Ingin sekali Adel memukuli lelaki itu, tetapi ia urungkan niatnya dan kembali ke kamarnya untuk mengambil buku yang telah Jeson berikan tadi siang.

“Hari pertama sekolah udah les aja, dikira ga capek apa?” Gerutu Adel di tangga rumahnya.

“Gue bisa denger loh,”

“Ya emang sengaja biar lo denger.” Kata Adel lalu memilih untuk duduk di samping Jeson.

“Kita belajar apa? Gue bingung mau mulai dari mana nih belajarnya,” Kata Jeson sambil membolak-balik halaman buku nya.

“Ga jelas. Gue capek, tidur bentar gapapa kan?” Tangan Adel mengucek-ucek matanya.

“Gapapa tidur aja.”

Sudah sejam Adel tertidur denga melipat tangannya nya di meja menghadapi Jeson. Mulutnya yang terbuka, membuat Jeson kadang tertawa kecil.

Sesekali Jeson meminggirkan sehelai rambut Adel agar wajah Adel terlihat oleh sepasang matanya.

'Lo kapan ya sadarnya? Udah 2 bulan semenjak gue jadi tutor lo. Lo ada rasa juga ga sama gue? Yang gue harap semoga ada, biar gue ga sia sia.'

Setelah mengucapkan kalimat-kalimat itu dalam lubuk hatinya, ia merasa haus sehingga memilih untuk berjalan menuju ruang makan. Satu teguk, dua teguk, tiga teguk. Tak sengaja matanya tertuju pada foto pernikahan. Kemudian Jeson mendekat untuk melihat wajah wanita dan pria dalam foto itu.

“Heh lu ngapain?” Tanya Adel yang membuat Jeson terkejut.

“Oh gapapa, gue pulang ya? Lo juga kayaknya capek banget deh. Hati hati dirumah, soalnya nyokap lo belum balik. Kalau ada apa apa chat aja ya?” Jelas Jeson gelagapan lalu memasukkan buku bukunya ke dalam tas kemudian keluar dari rumah Adel.

‘Aneh.’ Kata Adel dalam hati.

‘Fiks gue salah liat.’